Postingan

Tanyakan Selagi Masih Hidup | Cintai Orang Tua Kita

TANYAKAN SELAGI MASIH HIDUP . Jika saya melihat seorang muslim yang hebat dan tampak berkah dalam bidangnya, rasa-rasanya rasa ini berkata, 'Sepertinya dia adalah orang yang berbakti dan menghormati kedua orang tuanya.' . Dan jika saya melihat seorang muslim yang hebat dalam bidangnya, namun saya ketahui ia memiliki hubungan yang buruk pada kedua orangtuanya, rasa-rasanya rasa ini berkata, 'Kelak ia akan bangkrut dan menyesal; jika hubungannya tetap seperti itu.' . Namun, tidak semua muslim yang berbakti pada orang tuanya sukses di bidangnya. Bisa saja ia gagal dalam pekerjaannya, atau perdagangannya, atau apalah itu salah satu sisi dalam kehidupannya. Gagal dan diuji benar-benar. Namun, seorang muslim yang berusaha untuk berbakti pada orang tuanya dan menahan diri dari menyakiti atau mencela kekurangan keduanya atau salah satunya, ia sudah menabung kemegahan imbalan di akunnya untuk dunianya dan akhiratnya. . Mulai bermunculan pelajar-pelajar ilmu agama, yang b...

10 Muwashofat (Keperibadian) Muslim | Hasan Al-Bana

Hasan Al-Bana Al-Qur'an dan Sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah saw yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan peribadi muslim. Peribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur'an dan sunnah adalah pribadi yang shaleh, peribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Swt. Hasan Al Banna merumuskan 10 karakteristik muslim yang dibentuk didalam madrasah tarbawi. Karakteristik ini seharusnya yang menjadi ciri khas dalam diri seseorang yang mengaku sebagai muslim, yang dapat menjadi furqon (pembeda) yang merupakan sifat-sifat khususnya (muwashofat). 1. Salimul Aqidah Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ...

Kisah Uwais Al-Qorni (Tak Terkenal Di Bumi, Tapi Terkenal Di Langit)

Gambar
Di era digital saat ini banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi terkenal, terutama kaum milenials atau kids zaman now. Banyak cara ditempuh untuk menjadi selebgram, artis Tik Tok hingga Youtubers. Tak peduli cara halal atau haram. Mereka berpikir bahwa orang terkenal itu menguntungkan. Kalau di instagram, mereka bisa mendapatkan uang dari endorsement, kalau dari Youtube mereka bisa mendapatkan uang dari iklan atau viewers. Mereka pun merasa dengan menjadi terkenal mereka dapat membawa diri, menjadi pusat perhatian,  hingga bisa memiliki banyak fans yang katanya bisa menjadi motivasi untuk berkarya. Pokoknya dengan terkenal hidup terasa lebih mudah. Namun pada kenyataannya tidak semua orang terkenal itu bahagia hidupnya  bahkan tidak sedikit yang malah melakukan tindakan bunuh diri. Lalu, salahkah jika kita ingin menjadi terkenal? Sejarah mencatat ada seorang yang shalih yang hidup pada zaman Nabi Muhammad  Saw dengan nam...

Infinity Of Love (By. Handy Bonny)

Gambar
-  #InfinityOfLove . Kamu terlalu hebat untukku... Mendekat aku segan menjauh aku enggan... Memilikimu seperti keniscayaan... Aku tanah yang terinjak kau langit biru berawan... . Jika memang Cinta mengapa harus benci... Jika memang Setia mengapa harus pergi... . Hati ini kumpulan luka... Derai airmata adalah penawarnya... Rindu bersemayam tak perlu ditanya... Pada siapa itu rahasia... . Dan...secangkir teh manis sedikit gula ini aku simpan... Biar menyatu jiwa di kedalaman... Peluklah ia yang buatmu bahagia... Jika memang itu yang dirasa... Aku tak mau kau jatuh tersiksa... Tapi aku bisa apa selain berdoa... Yang terbaik tentunya... . Dan lagi ku kan bicara Cinta... Yang setiap manusia punya definisinya... Tak rumit hanya perlu tanyai jiwa... Memejam mata dan mulai merasa... Tenangmu karena-Nya...

Tidak Seperti Yang Terlihat (By. Handy Bonny)

Gambar
Ssssttttt... . Mau menghina...Aku pun penuh hina... Mau menjelekkan...Aku pun banyak keburukan... Mau bongkar aib orang...Aku pun penuh aib yang takut terbongkar... Mau Sombong...Padahal Apa yang mau disombongkan... . Dakwahku..Tak sebaik aku... Amalku...Tak sebaik kamu... Ilmuku..Tak sebanyak kamu... Aku bukan kamu... Kamu bukan aku... Tuntun aku bersamamu.. Jangan Tuntut aku atas salahku... . Jika lisan tak terjaga... Maka Hati tiada taqwa... Aku baca cirinya Taqwa... Rasanya belum ada aku disana... . Maafkan...Hamba-Mu yang hina

Bergeraklah Dengan Cinta (By. Handy Bonny)

Gambar
 Bergeraklah dengan Cinta . Bertanyalah pada jalan... Terus terlindas,tersengat matahari,dilembutkan hujan terus menambal kesakitan agar yang lain terselamatkan.... . Bertanyalah pada langit... Tak kuasa ku berkelit... Menaungiku dengan tak mengenal sempit... Ruang hatiku tak seluas itu... Tulus menaungi terkadang mengurai airmata rindu... . Bertanyalah pada udara... Tak nampaklah ia namun begitu terasa... Kuasa siapa yang sanggup berikan itu semua... Semua bergerak dengan kehendak-Nya... . Bergeraklah dengan Cinta... Kau tak layak hanya diam... Ambil peran mengisi kehampaan... Bergerak berpindah menjadi lebih indah... Menatap masa depan terus mengarah pada Jannah... Nilai Sabar teruji dengan bergerak... . Berhentilah ketika dihentikan... Istirahatlah ketika diistirahatkan... Banyak orang yang bahagia karena pernah sulit... Namun banyak pula manusia yang Sulit karena tak mengenal arti bahagia... . Bergerak bersama... Lakukan perubahan sekecil apapun...

Kisah Pemuda dan Sepotong Kayu

Pada zaman dahulu, sebelum era keislaman, hidup seorang pemuda dari kalangan Bani Israil yang memiliki pribadi luhur. Ia sangat jujur dan tak pernah ingkar janji. Suatu hari si pemuda sangat membutuhkan uang untuk keperluannya. Ia pun meminjam sejumlah uang kepada seseorang yang ia kenal. Namun, saat itu tak ada saksi dalam interaksi utang piutang tersebut. “Datangkan ke sini para saksi yang akan mempersaksikan,” ujar si peminjam uang. “Cukuplah Allah sebagai saksi,” kata si pemuda. “Kalau begitu, datangkan kepadaku seorang penjamin,” pinta si peminjam lagi. Namun, si pemuda tak memiliki seseorang untuk menjadi saksi apalagi penjamin. Ia hanya bisa berucap, “Cukuplah Allah sebagai penjamin,” kata si pemuda. Akan tetapi, baginya menyebut asma Allah dalam ikatan perjanjian maka menjadikannya sangat kuat. Jika dilanggar, ia amat takut Allah murka. Tekad si pemuda pun dipercaya si peminjam. “Kau benar,” katanya. Ia pun kemudian memberi pinjaman seribu dinar kepada sang pemuda. ...